Soroti beban ekonomi keluarga & UMKM Perempuan
Kelangkaan LPG 3 kg & BBM menjadi fenomena Yg sampai hari ini belum juga menemukan solusi nyata bagi masyarakat Sulawesi selatan. Ini merupakan ancaman pelaku usaha ekonomi mikro juga terhadap kesejahteraan keluarga khususnya perempuan memiliki beban domestik yang menunjang ketahanan keluarga, hal lni tentu berdampak langsung pada akar rumput dimana harga gas melonjak tinggi, biaya hidup otomatis meningkat, namun produktifitas menurun sehingga mengancam. Keberlangsungan usaha mereka.
Belum lagi antrian BBM yang menekan waktu senggang karena takut mengganggu waktu kerja.
Saya selaku ketua Umum Kohati memandang bahwa kebijakan yang diterapkan pemerintah dan otoritas terkait skema ganjil- genap hanyalah angka kontemporer yg belum menyentuh akar rumput, dan tindakan melempar permasalahan kepada masyarakat dengan dalih panic buying tanpa diimbangi transparansi data & pola distribusi yang sah merupakan kejahatan atas pengabaian terhadap masalah utama.
Selaku Ketua Kohati Cabang Gowa Raya mendesak agar Pemda & pertamina menjamin ketersediaan LPG 3kg & BBM Subsidi merata tanpa adanya kenaikan harga diluar regulasi. Serta kepada Aparat penegak hukum & BPH migas untuk menindak tegas oknom-oknum yang disinyalir menimbun & memanfaatkan kondisi yang terhimpit ini, juga kebocoran rantai pasor sektor Industri non subsidi.
“Ketika BBM dan Gas LPG langka, Perempuan & rakyat kecil yang paling pertama merasakan berat menanggung dampaknya negara tidak boleh lepas tangan, dan sulawesi selatan adalah cerminan tata kelola distribusi yang belum adil”.
Leave a Reply