Dalam rangka mengikuti Latihan Khusus Kohati (LKK) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang diselenggarakan oleh HMI Cabang Bulukumba, saya, Muhriani, asal Cabang Makassar Timur, menulis materi dengan judul “Perempuan dalam Perspektif Islam.” Tema ini saya pilih karena perempuan merupakan bagian penting dalam kehidupan sosial dan memiliki peran besar dalam membangun keluarga, masyarakat, bangsa, dan peradaban.
Menurut saya, perempuan dalam perspektif Islam tidak seharusnya dipandang hanya berdasarkan peran domestik atau biologisnya, tetapi sebagai manusia yang memiliki martabat, hak, tanggung jawab, dan potensi. Islam memandang perempuan sebagai manusia yang memiliki kedudukan mulia di hadapan Allah. Kemuliaan tersebut tidak ditentukan oleh jenis kelamin, melainkan oleh iman, ilmu, akhlak, dan ketakwaannya.
Dalam kehidupan masyarakat, masih terdapat berbagai persoalan yang dihadapi perempuan, seperti kekerasan, diskriminasi, keterbatasan akses pendidikan, dan anggapan bahwa perempuan tidak layak berada dalam ruang kepemimpinan. Menurut saya, persoalan tersebut perlu dikaji secara kritis dengan membedakan antara ajaran Islam dengan budaya atau pemahaman manusia yang berkembang di masyarakat.
Sebagai kader HMI dan peserta LKK, saya memandang bahwa perempuan perlu memiliki pengetahuan, kemandirian, dan kesadaran terhadap martabat dirinya. Berpengetahuan berarti mampu memahami persoalan dan mengambil keputusan dengan bijaksana. Mandiri berarti mampu mengembangkan potensi dan bertanggung jawab terhadap dirinya. Sedangkan menjaga martabat berarti memiliki kehormatan dan keberanian untuk menolak segala bentuk perlakuan yang merendahkan dirinya.
Pada akhirnya, perempuan dalam perspektif Islam adalah perempuan yang mampu menjalankan nilai-nilai keislaman sekaligus berkontribusi dalam kehidupan masyarakat. Bagi saya, LKK menjadi ruang untuk memperluas pemahaman dan kesadaran sebagai perempuan serta kader HMI, agar tidak hanya menjadi pribadi yang memahami persoalan perempuan, tetapi juga mampu mengambil peran dalam mencari solusi dan menciptakan perubahan yang lebih adil dan bermartabat.
Leave a Reply