CAKRAONLINE.COM – Konsep diri merupakan cara seseorang memandang, mengenali, dan menilai dirinya sendiri. Bagi seorang perempuan, konsep diri menjadi hal penting karena berkaitan dengan bagaimana ia memahami potensi, kekurangan, nilai, serta tujuan hidupnya. Menurut saya, seseorang yang memiliki konsep diri yang baik tidak berarti harus merasa sempurna, tetapi mampu menerima dirinya sekaligus memiliki kemauan untuk terus berkembang. Dengan mengenal diri, seseorang dapat menentukan sikap dan mengambil keputusan berdasarkan nilai yang diyakininya.
Sebagai seorang mahasiswi sekaligus kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), saya melihat konsep diri memiliki hubungan yang erat dengan proses pengaderan. Mengikuti Latihan Khusus Kohati (LKK) di Cabang Bulukumba menjadi salah satu ruang bagi saya, Muhriani dari Cabang Makassar Timur, untuk lebih mengenal diri, memahami peran sebagai perempuan, serta melihat potensi yang dapat dikembangkan dalam kehidupan pribadi maupun organisasi. Proses tersebut mengajarkan bahwa menjadi kader bukan hanya tentang kemampuan berbicara atau memimpin, tetapi juga tentang bagaimana mengenali siapa diri kita dan untuk apa kemampuan tersebut digunakan.
Konsep diri yang kuat juga diperlukan dalam menghadapi berbagai tantangan. Seorang perempuan yang mengenal dirinya tidak mudah menentukan nilai dirinya berdasarkan penilaian orang lain. Ia mampu memahami bahwa setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dalam kehidupan organisasi, perbedaan pendapat, kritik, dan tekanan merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Karena itu, konsep diri membantu seorang kader untuk tetap terbuka terhadap kritik tanpa kehilangan prinsip dan jati dirinya.
Dalam perspektif Kohati, penguatan konsep diri perempuan seharusnya diarahkan pada terbentuknya perempuan yang berpengetahuan, mandiri, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial. Perempuan tidak hanya ditempatkan sebagai objek, tetapi sebagai subjek yang mampu berpikir, mengambil keputusan, memimpin, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat. Menurut saya, ketika seorang perempuan mampu memahami dirinya, ia akan lebih mudah memahami tanggung jawabnya terhadap keluarga, organisasi, masyarakat, dan nilai-nilai keislaman yang diyakininya.
Pada akhirnya, konsep diri bukanlah sesuatu yang terbentuk dalam satu waktu, tetapi merupakan proses yang terus berkembang melalui pengalaman, pembelajaran, dan refleksi. Keikutsertaan saya dalam LKK Cabang Bulukumba menjadi bagian dari proses tersebut. Saya menyadari bahwa mengenal diri adalah langkah awal untuk menentukan arah gerak dan memperbaiki kualitas diri. Sebagai mahasiswi dan kader HMI dari Cabang Makassar Timur, saya berharap proses pengaderan ini dapat membentuk diri menjadi perempuan yang tidak hanya mampu mengenali potensinya, tetapi juga mampu menggunakan potensi tersebut untuk memberikan manfaat bagi organisasi, umat, dan bangsa.
MuhrianiCabang Makassar TimurPeserta Latihan Khusus Kohati (LKK) Cabang Bulukumba
Leave a Reply