Desa Matajang, CAKRAONLINE.COM — Warga Desa Matajang, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, terus menjaga tradisi pembuatan gula merah yang telah diwariskan secara turun-temurun. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari budaya lokal, tetapi juga menjadi sumber penghasilan utama bagi sebagian masyarakat.
Salah satu perajin yang masih konsisten menjalankan usaha ini adalah Bapak Hardi. Dalam kesehariannya, ia memproduksi gula merah dengan metode tradisional, dimulai dari penyadapan nira pohon aren. Nira tersebut kemudian dimasak menggunakan tungku berbahan bakar kayu hingga mengental dan berubah warna menjadi cokelat pekat.
Proses pengolahan membutuhkan ketelitian dan waktu yang cukup panjang agar menghasilkan gula merah berkualitas. Setelah mencapai kekentalan tertentu, cairan gula dituangkan ke dalam cetakan berbentuk setengah lingkaran dan dibiarkan hingga mengeras.
Produk gula merah buatan Bapak Hardi dipasarkan dengan harga mulai dari Rp10.000 per buah, menyesuaikan ukuran dan kualitas. Harga tersebut dinilai cukup bersaing dan terjangkau bagi konsumen.
Di tengah perkembangan teknologi modern, para perajin di desa ini tetap mempertahankan metode tradisional karena diyakini mampu menjaga cita rasa khas gula merah. Selain itu, penggunaan kayu bakar juga dianggap lebih efisien dari segi biaya produksi.
Masyarakat setempat berharap adanya dukungan dari pemerintah, baik berupa pelatihan maupun bantuan peralatan, guna meningkatkan kapasitas produksi serta kesejahteraan para perajin gula merah di Desa Matajang.
Penulis: Muh Takbir
Leave a Reply