CAKRAONLINE.COM – Tidak banyak yang tahu, sejumlah negara membuka peluang memperoleh kewarganegaraan dengan cara cepat—tanpa harus menetap lama, menikah, membeli properti, ataupun menanam modal. Mekanisme ini dikenal sebagai Citizenship by Investment (CBI), yakni program yang memberikan kewarganegaraan kepada warga asing melalui kontribusi donasi ke negara.
Skema donasi dinilai lebih terjangkau dibandingkan pembelian real estat, sekaligus menawarkan proses administrasi yang relatif sederhana. Program ini juga menjadi pilihan bagi warga negara dengan “paspor lemah” yang membutuhkan akses perjalanan lebih luas. Namun, dana yang disumbangkan tidak bisa ditarik kembali dan pelamar tetap melewati pemeriksaan ketat, termasuk penelusuran latar belakang, sehingga pengajuan bisa saja ditolak.
Bagi negara kecil, CBI menjadi sumber pemasukan penting untuk membiayai infrastruktur, proyek publik, hingga bantuan sosial. Kawasan Karibia dikenal sebagai pusat program ini, dengan lima negara yang aktif menawarkan kewarganegaraan melalui donasi. Selain sumbangan utama, pelamar juga harus menyiapkan biaya administrasi, uji tuntas, dan penerbitan paspor.
Berikut gambaran program CBI yang dikutip dari Travel + Leisure:
Antigua & Barbuda
Pelamar (maksimal empat anggota keluarga) dapat menyumbang US$230.000 ke Dana Pembangunan Nasional, atau US$260.000 ke University of the West Indies Fund.
Dominika
Melalui Dana Diversifikasi Ekonomi, donasi dimulai US$200.000 untuk pemohon tunggal, atau US$250.000 untuk keluarga hingga empat orang. Dana dipakai untuk proyek pendidikan, kesehatan, olahraga, dan pariwisata.
Grenada
Program National Transformation Fund mensyaratkan sumbangan US$235.000 untuk individu maupun keluarga hingga empat orang.
St. Kitts & Nevis
Sebagai pelopor CBI, negara ini menerima donasi lewat Sustainable Island State Contribution, mulai US$250.000 bagi pemohon utama dengan tiga tanggungan.
St. Lucia
Pelamar dapat menyumbang US$240.000 ke Dana Ekonomi Nasional.
Di luar Karibia, sejumlah negara kecil seperti Vanuatu, Nauru, dan Sao Tome & Príncipe juga menawarkan program serupa, dengan kontribusi mulai sekitar US$90.000, tergantung kebijakan tiap negara.
Leave a Reply