JAKARTA, CAKRAONLINE.COM– Tren generasi Z yang memilih menunda atau bahkan menghindari pernikahan semakin menjadi sorotan dalam beberapa tahun terakhir.
Fenomena ini turut memunculkan perdebatan, terutama terkait pilihan hidup tanpa menikah maupun gaya hidup childfree.
Meski menuai pro dan kontra, sebagian anak muda tetap menjalaninya karena dianggap lebih sejalan dengan prinsip hidup dan preferensi pribadi mereka.
Seksolog Dr. Boyke menilai, cara pandang Gen Z yang lebih bebas dan pragmatis berpengaruh besar terhadap sikap mereka dalam membangun hubungan jangka panjang.
Menurutnya, banyak dari mereka ragu berumah tangga lantaran berbagai tekanan hidup yang sudah dirasakan sejak usia muda.
“Banyak Gen Z enggan menikah karena masih menjadi sandwich generation dan terbiasa hidup serba instan,” ujar Dr. Boyke.
Sejumlah faktor yang memengaruhi keputusan Gen Z untuk tidak menikah antara lain:
1. Ketidakdisiplinan Finansial – Minimnya literasi keuangan membuat mereka merasa belum siap secara materi.
2. Kematangan Emosional dan Motivasi Pribadi – Keinginan mencapai kestabilan mental dan tujuan hidup sebelum berumah tangga.
3. Krisis Ekonomi dan Tekanan Finansial – Biaya hidup yang tinggi menjadi kendala memulai pernikahan.
4. Kesadaran Kesehatan Mental – Menghindari hubungan yang berpotensi menambah beban psikologis.
5. Fokus pada Pengembangan Diri – Prioritas diberikan pada pendidikan, karier, dan pengembangan potensi sebelum masuk ke hubungan serius.
Leave a Reply